Showing posts with label Inspirasi pagi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi pagi. Show all posts

Namaku : Uang

Sofhal Jamil 7:43 AM 0
Internet Marketing - Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.



Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku.
Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku spt Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana.

Buku Harian Ayah

Sofhal Jamil 8:44 AM 0
Internet Marketing - Ayah & ibu sdh menikah 30 th & Michael tdk pernah melihat mrk bertengkar.

Bagi Michael, perkawinan ayah & ibu menjadi teladan baginya.

Setelah menikah, dia & istrinya sering bertengkar krn hal-hal kecil.

Ketika pulang ke rumah ayahnya, MIchael menuturkan keluhannya pada ayahnya.

Ayahnya mendengarkan kemudian masuk ke kamarnya, dan keluar dgn mengusung buku2 & ditumpuknya di depan Michael.

Sebagian buku sdh kuning, kelihatannya sdh disimpan lama.



Dgn penuh rasa ingin tahu Michael mengambil satu buku itu. Tulisannya benar tulisan ayahnya, agak miring & aneh, ada yg jelas, ada yg semrawut, bahkan ada yg tulisannya sampai menembusi beberapa halaman.

Michael membaca halaman2 buku itu.
Semuanya merupakan catatan hal2 sepele, “Suhu udara berubah jadi dingin, ia mulai merajut baju wol untukku. Anak2 berisik, untung ada dia.”

Semua itu catatan kebaikan & cinta ibu kpd ayah, cinta ibu kpd anak2 & keluarga. Matanya berlinang air mata. Michael mengangkat kepala, dgn haru dia berkata pada ayahnya, “Ayah, saya sangat kagum pada ayah & ibu.”

Ayahnya berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun, tdk mungkin menghindari pertengkaran. Ibumu kalau kesal, suka cari gara2, melampiaskan kemarahannya & ngomel. Dlm buku aku tuliskan yg telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Seringkali hatiku penuh amarah waktu menulis, kertasnya sampai sobek, tembus oleh pena. Tapi aku terus menulis semua kebaikannya. Aku renungkan, akhirnya emosi itu lenyap, yg tinggal semuanya kebaikan ibumu.”

Michael mendengarkan, lalu bertanya, “Ayah, apakah ibu pernah melihat catatan ini?”

Ayah tertawa & berkata, “Ibumu juga memiliki buku. Bukunya berisi kebaikan diriku. Sering kami saling bertukar buku & saling menertawakan. Ha...ha...ha...”

Tiba2 Michael sadar akan rahasia pernikahan, “Mencintai itu sangat sederhana. Ingat & catat kebaikan pasangan. Lupakan dan maafkan segala kesalahannya. (milis rdi)