Showing posts with label IdeBisnisUKM. Show all posts
Showing posts with label IdeBisnisUKM. Show all posts

Resep Sukses ala Mark Zuckerberg

Sofhal Jamil 8:20 PM 0
Resep Sukses ala Mark Zuckerberg - Perjuangan Mark Zuckerberg untuk membuat Facebook menjadi jejaring sosial terpopuler di dunia tentu tidak mudah. Tentu ada resep-resep khusus pria berambut kriwil ini, sehingga dalam usia muda mampu menuai sukses sedemikian tinggi.


Apa saja kira-kira resep sukses pemuda drop out dari Harvard University itu? Berikut 5 di antaranya, seperti diungkapkan oleh David Kirkpatrick, penulis buku The Facebook Effect: The Inside Story of the Company That is Connecting the World:

1. Percaya pada dirimu

Nasehat klasik ini memang sangat penting. Keyakinan diri yang sangat besar serta sifat positif membuat Zuckerberg mampu membangun Facebook dari nol. "Zuckerberg punya keyakinan luar biasa bahwa dia mampu membuat impiannya jadi kenyataan," kata Kirkpatrick.

Kontras dengan citranya yang terlihat arogan di film The Social Network, Zuckerberg sesungguhnya tidak demikian. "Dia hanya seseorang yang sangat percaya diri," ucap Kirkpatrick.

2. Selesaikan tugasmu, jangan menunggu sampai sempurna

Zuckerberg fokus menyelesaikan sesuatu tanpa ditunda atau menunggu sampai sempurna. Jika ada kesalahan, dia berpikir akan selalu bisa memperbaikinya kemudian. Menurutnya, kesalahan adalah hal wajar.

Menurut Kirkpatrick, Zuckerberg memiliki sebuah filosofi tentang hal ini. Filosofi itu berbunyi, "Selesai itu lebih baik daripada sempurna,"

3. Berpeganglah pada visimu, jangan terpengaruh suara miring

"Zuckerberg dulu berada dalam posisi di mana tiap orang di sekitarnya mengatakan dia akan gagal dan apa yang ingin dicapainya terlampau tinggi," kata Kirkpatrick. Zuckerberg memang punya impian besar suatu saat Facebook akan digandrungi banyak orang.

Dia sangat yakin dengan visi itu sehingga menolak Yahoo yang ingin membeli Facebook tahun 2006 dengan harga USD 1 miliar. Visinya terbukti, sekarang Facebook memiliki 800 juta pengguna dan nilainya diprediksi USD 100 miliar.

4. Tidak hidup berlebihan

Siapa sangka sampai sekarang, Mark Zuckerberg masih tinggal di rumah sewaan di dekat kantor pusat Facebook. Penampilannya pun biasa-biasa saja. Padahal jumlah kekayaannya mencapai USD 17,5 miliar.

"Dia tidak pernah berlebihan dan pada akhirnya dia bisa saja memberikan semua uangnya," ucap Kirkpatrick. Ya, Zuckerberg juga dikenal sebagai sosok dermawan. Dia ikut program Giving my Pledge yang menyarankan orang-orang kaya menyumbangkan sebagian besar hartanya.

5. Ikuti passionmu, bukan uang

Kala membangun Facebook, uang bukan tujuan utama Zuckerberg. Dia mengikuti passionnya. Dia sangat bahagia menngoprek Facebook dan menciptakan cara baru untuk membantu orang terkoneksi.

Kesuksesan finansial mungkin akan mengikuti jika seseorang melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan gembira. "Baginya ini bukan tentang uang. Jika Zuckerberg membuat Facebook untuk uang, dia pasti sudah menjualnya beberapa tahun lampau," pungkas Kirkpatrick. (ide Bisnis UKM @detik.com)

Donut dari Beragam Negara

Sofhal Jamil 9:31 AM 0
Donut dari Beragam Negara -  Kita mengenal donat sebagai kue manis bulat bolong. Namun sebetulnya kue yang terbuat dari adonan yang digoreng bukan hanya donat. Banyak negara memiliki makanan khas masing-masing yang dibuat dengan cara yang sama: adonan manis yang digoreng.

Indonesia punya pisang goreng, Amerika juga punya gorengan buah. Bedanya, adonannya tebal dan manis seperti donat, dan mereka menyebutnya Fritters.



Buñuelos adalah makanan khas Columbia dan Spanyol. Biasa disajikan saat Natal.



Churros adalah jajanan yang biasa didapatkan di pinggir jalan di Spanyol. Dimakan hangat, ditaburi gula halus atau kayu manis.






Di Venezia, Itali, dikenal makanan Frittole. Adonannya mirip dengan donat, namun kemudian dicampur dengan buah-buahan kering dan kulit jeruk sebelum digoreng dan disajikan saat karnaval besar.

Di Indian ada Gulab Jamun, kue manis yang biasa disajikan di pesta pernikahan. Dimakan dalam keadaan hangat.


Loukoumades adalah makanan yang biasa disajikan saat festival atau karnaval di Yunani. Setelah digoreng, kue ini disiram dengan sirup madu dan ditaburi gula, kacang, atau biji wijen.

Di Polandia ada Paczki, yang merupakan kue "donat" yang diisi selai sebelum digoreng.


Tim Bits adalah salah satu makanan yang populer di Kanada. Adonan, cara membuat, serta rasanya, sama persis dengan donat. Bedanya, tim bits hanya berukuran sebesar lubang donat.

(ide bisnis UKM, @yahoo.co.id)

Apakah E-Commerce Menguntungkan?

Sofhal Jamil 5:20 PM 0
Apakah E-Commerce Menguntungkan? 
Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak, dan solusi toko online semakin beragam. Siapkah kita dengan e-commerce?

Pada dasarnya, e-commerce adalah proses transaksi jual beli produk atau layanan secara elektronik (jaringan internet). Proses penawaran yang dilakukan sang penjual ditanggapi oleh para pembeli lewat media elektronik, dan berakhir dengan suatu transaksi, serta perpindahan barang atau penyajian layanan. Salah satu proses yang membuat roda ekonomi terus berputar.

Apakah ini jaminan bahwa e-commerce menguntungkan?
Gampang Dimulai

Untuk memulai suatu toko online hanya dibutuhkan domain, hosting, dan aplikasi untuk menampilkan barang dagangan. Relatif murah bila dibanding biaya sewa ruang yang strategis, seperti di mal atau pasar, apalagi di ibu kota.

Bahkan dengan semakin banyaknya solusi siap pakai, toko online bisa siap beroperasi dalam 24 jam. Gampang dan cepat bukan?

Peluang Lebih Dengan Modal Kurang


Dengan biaya yang relatif murah, peluang untuk memulai usaha jadi semakin besar, meskipun modal masih pas-pasan. Banyak biaya awal bisa ditekan, karena tidak perlu sewa ruang atau hal-hal yang tidak terlalu penting. Dari dapur rumahpun usaha online bisa dijalankan, asal ada sambungan ke internet.

Selain biaya, peluang untuk melayani pelanggan juga menjadi luas. Faktor geografis sudah bukan lagi halangan, karena siapa saja dan di mana saja bisa melihat barang dagangan anda lewat situs toko online.

Melibatkan Lebih Banyak Pihak

Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, transaksi juga semakin sering terjadi. Sang pemilik toko, butuh bahan untuk pengiriman barang, jasa aplikasi, dan perangkat komputer yang baru. Semua jadi merasakan imbasnya, tidak hanya transaksi terhadap konsumen, tapi juga antar pengusaha. Tentu saja bagi-bagi keuntungan bukan?

Tipe Persaingan Baru

Karena semua punya akses dan peluang sama untuk membuka toko online, modal besar dengan lokasi strategis bukan faktor utama lagi. Begitu juga macam barang dagangan yang tidak perlu dilihat dengan mata kepala sendiri, layaknya elektronik. Asal tahu spesifikasi, harga, dan garansi, pembelian secara elektronik tidak terlalu repot.

Oleh karena itu, timbul persaingan jenis baru. Barang-barang seperti contoh diatas jadi ‘sama’ dan hanya berbeda karena harga. Hal ini juga terjadi dengan perdagangan sektor elektronik di Amerika, bahwa keuntungan semakin menipis karena persaingan tak sehat ini. Tidak hanya perlu strategi, tapi juga trik pemasaran baru.

Ancaman Pemain Besar

Kalau peluang terbuka lebar untuk memulai, apakah pengusaha masih bisa bersaing dengan pemain besar, layaknya Amazon? Bukankah dengan daya beli yang begitu kuat, para pemain besar bisa menawarkan harga yang lebih murah?

Apa Pendapatmu?

Peluang semakin lebar, ancaman juga tidak kalah besar. Apakah e-commerce masih menguntungkan? (www.navinot.com)

Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat

Sofhal Jamil 5:14 PM 0
Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat -Mau jadi pengusaha itu serba susah, bahkan memilih kerjaan yang mau dikerjakan juga susah. Dari begitu banyak industri, bidang, barang dan layanan, mana yang kiranya paling cocok untuk usahamu?

Pemikiran ini pasti terlintas saat kita ingin memulai suatu usaha. Apakah anda mau jadi Trend-Setter atau Trend-Follower?

Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk memilih topik bisnis yang tepat, entah itu barang atau jasa.



What You Have

Mulai dari skill, financial, network, atau bakat lainnya, apa yang paling kamu miliki atau kuasai? Tujuannya memahami diri kita sendiri, sebelum terjun ke pasar sambil mencari elemen lain yang komplementer.

Bila anda seorang programmer atau developer tangguh, tidak perlu lagi mencari teman developer lain dengan kemampuan yang sama. Selain menghabiskan jatah saham, banyak faktor lain yang perlu dipenuhi, demi kesuksesan.

What You Like

Untuk sukses berjualan, anda harus paham betul barang dan jasa yang anda tawarkan. Biasanya, karena anda sudah mempunyai minat, maka lebih menyenangkan untuk mempelajari topik tersebut lebih dalam.

Mau buka toko sepatu basket? Sudah pasti anda harus up-to-date tentang IBL dan NBA, penting juga untuk ikut serta dalam aktifitas lokal guna menjaring relasi.

Where You From

Maksudnya adalah, kamu dari kalangan apa? Apakah kamu dari kalangan bawah, menengah, atau konglomerat? Dengan mengetahui status sosial ekonomi, bisa membantu kita menentukan barang atau jasa apa yang kiranya diperlukan.

Kalau memang anda dari kalangan konglomerat, maka tidak susah untuk mendatang satu kapal mobil mewah. Pasti tidak lama ludes terjual oleh kalanganmu sendiri. (Meskipun modalnya masih perlu hutang dari bank.)

What They Like

They, atau mereka, dalam pengertian ini adalah orang-orang di sekitarmu. Bisa berarti sanak saudara, teman sekolah, atau teman kerja. Mengapa ini penting? Karena peduli usaha apapun yang kamu mulai, pelanggan pertama pasti teman atau saudara.

Gemar bermain bola? Mungkin bisnis sepatu bola import bisa dijadikan peluang usaha, karena saya perhatikan toko sepatu di mal kurang lengkap koleksinya, dan beberapa teman bahkan sering menitip teman yang ke luar negeri.

Who You Know

Coba pikirkan sejenak dan coba buat suatu daftar orang-orang penting yang kau kenal. Untuk suatu usaha, perlu adanya suatu pemasok dan jalur pembuangan. Nah, dari daftar di atas, mereka punya apa? Dan butuh apa? Selain itu, mereka juga mempunyai potensi untuk menjadi partner yang komplementer.

Punya teman yang jago marketing? Tidak ada salahnya meminta bantuannya untuk menawarkan barang dagangan anda, dengan imbalan komisi.

Beberapa menganggap dirinya bisa melakukan segalanya. Meskipun bisa, mungkin tidak cukup waktunya. Di jaman yang serba cepat ini, kolaborasi sangatlah penting dan sangat dianjurkan.

Dari beberapa tip di atas memang terkesan sangat umum, tapi bisa juga dipraktekan dalam bisnis online. Baik itu membangun suatu niche blog atau usaha toko online. (http://www.navinot.com/)

Pecel Lele Lela

Sofhal Jamil 6:26 AM 0
Pecel Lele Lela yang berdiri sejak 2006 ini mulai di-franchise-kan pada 2009. Dengan 32 outlet franchise yang ada, usaha ini menghasilkan omzet sebesar Rp10 juta per hari. Dengan kata lain omzet per bulan dari usaha pecel lele ini mencapai kurang lebih Rp3 miliar.

Awalnya, Rangga Umara, pemilik restoran Pecel Lele Lela memilih lele sebagai bahan baku utamanya dalam merintis usaha di dunia perkulineran. Pria berkacamata ini menuturkan alasan dia memilih lele untuk menjadi makanan utama dalam restorannya karena lele itu ada di mana-mana.



Sejauh mata memandang di kaki lima, warung pecel lele dari dulu hingga sekarang masih tetap ada. Walaupun terkena krisis sekalipun lele tetap eksis hingga sekarang. Dengan melihat peluang market yang luas bapak dua anak ini memutuskan mantap untuk memilih lele dalam merintis awal usahanya.

"Kenapa lele? Karena lele sudah banyak ya, di mana-mana ada. Ini menandakan bahwa market-nya luas. Dan saya pelajari untuk pengusaha pemula itu cocoknya memulai bisnis yang sudah banyak karena apa, biaya untuk buka pasarnya bisa ditekan. Makanya saya pilih lele. Kan lele ada di seluruh Indonesia," ungkap Rangga kala ditemui dalam acara International franchise License & Bussines Consept Expo conference (IFRA) di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa waktu lalu.

Dengan modal awal sebesar Rp3 juta, pria lulusan Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STIKMI) Bandung ini, memulai usaha ini. Hingga akhirnya usaha yang dirintisnya pada 2006 bisa dia franchise-kan pada 2009.

Pecel lele Lela yang mempunyai arti "Lebih Laku" ini sudah memiliki lebih dari 32 outlet franchise di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makassar, Purwokerto, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Batam, Surabaya, dan Palu. Sementara untuk outletnya yang dia bangun sendiri sudah berjumlah delapan outlet.

Dengan menu variatif serta harga yang terjangkau ini, yaitu berkisar antara Rp15 ribu-Rp18 ribu, Anda sudah bisa mencicipi menu variatif di pecel lele Lela ini. Misalnya menu favorit yaitu lele saus padang dan bagi yang tidak menyukai lele, ayam bakar madu bisa juga menjadi pilihan favorit Anda.

Dengan franchise fee sebesar Rp75 juta, Anda sudah bisa berbisnis Pecel Lele Lela ini dan juga turut melestarikan makanan tradisional khas Indonesia.

Dalam merintis usaha ini jatuh bangun dirasakan, sehingga sukses seperti sekarang ini. Keberaniannya untuk keluar dari pekerja kantoran untuk menjadi pengusaha ini bukan hal yang mudah karena dia sudah merasa lelah untuk terus bekerja dengan orang lain, karena dari awal memang Rangga mempunyai niat untuk menjadi pangusaha.

Dengan memasok lele dari daerah Bogor, Parung dan Karawang ini setiap harinya Pecel Lele lela bisa menghabiskan 30 ekor, 50 ekor bahkan 70 ekor atau bahkan bisa sampai 100 ekor lele per hari ini. Rangga pun sedang mempersiapkan agar Pecel lele Lela ini bisa go international.

"Insya Allah, mungkin akhir tahun ini kita ingin membawa Pecel Lele Lela ini bisa go international, dimulai dari Singapura dan Malaysia. Doakan saja ya," paparnya.

Visi dari Pecel Lele Lela yang ingin menjadi brand nasional dan pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia dan membawa makanan tradisional Indonesia pada dunia internasional, Rangga memiliki keyakinan untuk tidak hanya puas hingga sampai pada titik tertentu saja. Namun terus melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Oh ya, pecel lele lela juga sudah dapat ditemui di Depok di Jalan Margonda Raya No. 434 dengan nomor telepon  (021) 9490-0578.

View Larger Map